Semua orang tahu, nilai Bahasa Indonesia kami tidak pernah melebihi angka 76. Bahkan, saya sendiri menganggap nilai pas KKM tersebut didapatkan karena ibu Masruroh, guru Bahasa Indonesia kami, mungkin merasa kasihan pada muka desperet yang kami tunjukkan setiap ulangan.
Saya sendiri, jujur mengaku. Paling lemah di pelajaran bahasa. SEGALA MACAM BAHASA. Oke, bahkan bahasa yang saya gunakan untuk berbicara setiap hari.
Tapi maaf, seburuk-buruknya kemampuan berbahasa saya. Saya.tidak.pernah.remed. Maaf ya, saya kan anak rajin /WOY. Nilai saya selalu pas KKM, dan saya selalu bersujud syukur bahagia melihat nilai tersebut.
Cukup tentang pembahasan nilai bahasa saya. Ini memalukan -_- Lagipula bukan ini yang mau saya bicarakan.
Gue nggak bego. Itu yang ingin gue tekankan disini.
Gue benci kalau ada orang yang meragukan gue. Jujur, bukan bermaksud sombong. Tapi ya, hey, siapa yang mau?
Gue benci, kalau ada yang bilang anak berisik (kayak gue) itu tidak akan bisa mendapat nilai bagus. Please, nilai rapot gue gaada yang dibawah 8.
Gue benci kalau ada guru yang dengan rusuh dan sangat minta disumpelin mulutnya pake sepatu, yang berkoar-koar seenaknya tentang definisi rajin. Semua orang rajin dengan caranya sendiri.
Dan gue benci. Pada orang-orang yang mengaku rajin. Padahal cuma bisa NYONTEK. Entah kenapa, gue yang seringkali dibilang malas oleh mereka, merasa jauh lebih rajin.
Seumur-umur, gue nyontek, gaakan gue nyusahin orang lain. Karena gue tau rasanya.
Terserah lo bilang gue egois. Terserah. TAPI LO JAUH LEBIH EGOIS DARI GUE HAHA -,-
Well, sebenarnya apa inti dari post satu ini? Gatau. Oke gue random -_- bye
Dewi Gustari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar