Selasa, 01 Maret 2011

Teori Abal Seorang Freak

A FREAK


Seorang aneh yang tidak mengikuti zaman dan suka membahas sok politik dan kutu buku bodoh,  bersikap apa adanya dan benci ke(sok)eksis-an anak zaman sekarang.
-Kamus Gaul,  tidak pernah diterbitkan.


Ya,  gue akui.  Gue suka teman-teman gue yang adalah motivator.  Mereka tidak memandang kebahagiaan sekarang.  Mereka lebih memandang ke masa depan dengan optimis dan yakin serta tindakan yang positif.  Bukannya sombong atau menaikkan derajat,  tapi gue merasa hal sejenis "pengejar mimpi" seperti itu sudah ada pada diri gue sejak gue lahir.  Dan beruntungnya,  gue juga menemukan teman-teman yang mempunyai kepribadian tidak jauh beda dan motivasi hidup yang sama dengan gue.  


Gue sendiri merasa sering dikucilkan atau dilihat dengan tampang meremehkan ketika berjalan di sekitar lorong sekolah bersama teman-teman gue.  Mereka yang sering disebut dengan sebutan jable adalah orang yang (merasa) eksis dan berusaha keras untuk mempertahankan gelar yang mereka pikir cool.  Mereka bicara seperti ada pemaksaan.  Ya,  maksud gue suara yang ditahan-tahan supaya terlihat lebih gaul dan cute.  Tapi,  menurut gue usaha mereka gagal,  suara memaksa mereka lebih mirip orang mau buang hajat.


Kelompok main gue adalah kelompok yang tidak peduli dengan mereka dan lebih memilih untuk menyanyi riang tanpa takut disangka kelainan jiwa.  Kita tidak peduli yang dikatakan orang tapi setidaknya kita tidak memaksa diri untuk bicara di kehidupan sehari-hari dengan suara seperti mau buang hajat.  Kita jadi diri kita sendiri.  Kalau mereka tidak suka,  apakah mereka tidak sadar dengan suara ngeden mereka?


Masalah bodoh yang lain adalah tentang lemak.  Mereka terlalu sibuk dengan menguruskan badan sampai batas maksimal seperti seorang anorexia nervosa.  Sepertinya,  kelak ketika mereka sudah besar nanti,  mereka ingin menjadi model dari para perancang - perancang terkenal.  Tapi,  menurut gue mereka akan lebih pantas menjadi model untuk ditempatkan di Lab. Biologi untuk pelajaran tentang tulang manusia.  Sementara kita,  murid-murid yang dianggap freak menikmati hidup sehat walaupun jajan seenaknya.


Bukan maksud gue sebagai orang yang dianggap freak cemburu dengan anak-anak (sok)eksis jadi gue mengata-ngatai mereka.  Tapi gue hanya ingin mengubah pola pikir orang-orang supaya tidak merasa dan memaksa dirinya untuk melakukan hal yang tidak menjamin masa depan mereka.  Jangan anggap gue sok tahu.  Gue hanya memberikan pendapat gue yang gue anggap benar dan bahkan gue alami dalam kehidupan gue sehari-hari.


Thanks for all,  


-There's no freak people in this earth,  they're just doing the best thing to do for the world and themself-


A post by : Gianina Hakita



Tidak ada komentar:

Posting Komentar